WN Rusia Diamankan Polisi Setelah Terbukti Melakukan Perampokan Money Changer Di Bali

WN Rusia Diamankan Polisi Setelah Terbukti Melakukan Perampokan Money Changer Di Bali – Team paduan Ke polisian Polresta Denpasar dengan Satgas CTOC Polda Bali, sukses menyingkap perampokan di Money Changer BMC PT. Bali Maspintjindra, Jalan Pratama, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, yg berlangsung pada Selasa (19/3) tempo hari, lebih kurang waktu 00. 30 Wita.
Banyak terduga itu merupakan Penduduk Negara Asing (WNA) asal Rusia ialah bernama Alexei Korotkikh (44) , Georgil Zhukov (40) , Robert Haupt (42) serta satu orang yg sukses lolos.

” Kami sukses menyingkap perkara pencurian serta kekerasan yg dilaksanakan oleh penduduk asing asal Rusia serta satu orang sukses lolos, ” ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan, di Mapolresta Denpasar, Rabu (20/3) sore.

Terungkapnya banyak perampok ini, sehabis 2 jam dari moment perampokan itu. Lantas, team paduan mengerjakan pengumpulan bukti-bukti serta pengejaran terhadap banyak terduga serta dapatkan kabar kalau banyak terduga memanfaatkan mobil berwarna putih ke daerah Kampus Udayana, Jimbaran, Badung, Bali.

Lantas team paduan mengerjakan penyanggongan serta mobil yg ditumpangi banyak terduga memakir di Jalan Giri Kecana, Kuta Selatan. Sesudah itu, dua orang terduga turun ialah Alexei Korotkikh serta Georgil Zhukov serta langsung berjalan ketujuan sepeda motor yg terparkir.

Kala team paduan mendekati serta mengerjakan penangkapan. Terduga Alexei Korotkikh mengerjakan perlawanan dengan keluarkan senjata tajam serta berkelahi dengan petugas. Lantaran, membahayakan, polisi yg bersenjata langsung lakukan tindakan tegas menembak terduga Alexei Korotkikh serta meninggal dunia.

” Lantaran kondisi membahayakan, selanjutnya anggota yg bersenjata mengerjakan tembakan sampai wafat, ” tambah Kapolresta.

Kapolresta ikut memaparkan kala penangkapan satu orang lolos dengan kabur membawa mobil. Lantas, pihak kepolisian mengerjakan pencarian di kamar indekos Alexei Korotkikh di daerah Kedonganan, Kuta, Badung, Bali, serta menemukannya terduga Robert Haupt serta langsung mengerjakan penangkapan.

” Kala kita cek, ada seseorang bernama Robert. Lantas, kami razia diatas plafon diketemukan uang dengan beragam ragam, ada 13 mata uang asing yg kita dapatkan di TKP punya Alexei yg wafat, ” jelas Kapolresta.

Kapolresta ikut memaparkan, kalau perampokan di Money Changer terekam CCTV ada lebih kurang 4 orang. Tidak cuman, diketemukan uang ada juga suatu magazine dengan peluru 16 butir dengan kaliber 5, 56 senjata SS1.

” Sekarang kami tetap mengerjakan pengumpulan bukti-bukti serta pengejaran terhadap satu buronan yg sukses lolos. Semua, pintu keluar Bali kita udah menjaga ketat, ” kata Kapolresta.

Ruddi mengemukakan, di CCTV memang kelihatan seseorang pemeran menenteng senjata laras panjang model SS1. Hingga, kala pengejaran petugas diperintah buat lebih waspada lantaran pemeran membawa senjata api.

” Kami dapatkan ikut magazine dengan peluru beberapa 16 butir dengan kaliber 5, 56 ini buat senjata SS1. Di CCTV ada gambar pemeran yg membawa sama dengan SS1, ” pungkasnya.

Kapolresta memaparkan, dalam rekaman CCTV memang kelihatan ada empat pemeran yg masuk ke Money Changer. Jadi, satu pemeran beda masihlah dalam pengejaran. Buat senjatanya ikut sampai saat ini belum juga diketemukan serta dikira dibawa pemeran yg buron itu.

” Pemeran membawa senjata api laras panjang serta hingga saat ini kami tetap selidiki. Lantaran tetap ada pemeran yg belum juga kita amankan, ” ujarnya.

Senjata Hasil Rampokan

Kapolresta ikut memberikan, senjata SS1 itu dikira senjata punya anggota Brimob Polda Bali yg dirampas di lahan parkir Ayana Resort and Spa, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Agustus 2017 lalu.

Perihal itu sehabis dikontrol, anggota Brimob yg kehilangan senjata itu membetulkan magazine itu punyanya. Yg tidak sama merupakan warnanya yg udah ditukar pemeran dengan cat silver.

” Bila kita lihat dari magazine hasil dari info anggota yg hilang senjatanya, pelurunya dari organik Brimob yg hilang di Ayana (Nusa Dua) serta ini memang magazine model SS1. Bila disaksikan ini udah ditukar warnanya berubah menjadi silver, ” jelasnya.

Kapolresta mengatakan, pihaknya saat ini tetap mengerjakan pengumpulan bukti-bukti serta kejar pemeran. Tidak hanya itu, mencari senjata api yg dimanfaatkan.

” Bila kita lihat tetap satu orang kembali yg dilaksanakan pengejaran, ” ujarnya.

Kapolresta ikut memberikan, banyak pemeran ini dikira sama seperti yg melalukan perampokan Money Changer di Jalan Nakula, Legian, pada Desember 2018 waktu lalu. Ketika itu, didapati kalau pemeran adalah WNA disaksikan dari matanya yg berwarna biru.

” Kita lihat kejadian-kejadian awal kalinya di Nakula serta kita melakukan pengumpulan bukti-bukti tanda-tanda di TKP Nakula kita udah mengira serta memperoleh kabar yg mengerjakan WNA. Dari CCTV kelihatan matanya biru, ” jelasnya.

” Hasil dari peningkatan lebih kurang 4 bulan, tempo hari nyata-nyatanya terduga kembali mengerjakan laganya di area beda. Bila kita lihat ini group yg sama serta jaringan mereka, ” kata Kapolresta.