Warga Rembang Waswas dengan Keretakan Jalan Sepanjang 100 Meter

Warga Rembang Waswas dengan Keretakan Jalan Sepanjang 100 Meter – Jalan pengubung Desa Jeruk serta Desa Doropayung Kecamatan Pancur, Rembang alami keretakan. Karena itu, akses khusus penghubung ke dua desa itu seakan terbelah berubah menjadi dua.

Keretakan berlangsung di sebagian titik, rata-rata selama lebih kurang 100 hingga 200 mtr.. Lubang yg muncul dari keretakan itu dimulai dari 5 cm hingga 15 cm. Situasi itu lantas sangatlah beresiko untuk pemakai jalan yg melintas.

Salah seseorang pemakai jalan, Ngatman penduduk Desa Jeruk menuturkan, keretakan berlangsung sejak mulai musim kemarau tempo hari. Kerapkali, pemakai jalan yg kurang waspada berubah menjadi tergelincir menjauhi retakan, atau bahkan juga terjerembab ke lubang retakan jalan itu.

” Lebih kurang lebih kurang 4 bulanan udah mulai keliatan retakan kecil. Kan itu lama kelamaan begitu jadi tambah lebar lubangnya. Saya sendiri sempat masuk roda sepeda saya ke lubang itu, sesuai ada motor, ada juga truk, kan sempit jalannya, pengin tidak ingin saya jatuh itu, ” kata Ngatman, Rabu (5/12/18) .

Penduduk yang lain, Faizin menyebutkan, jalanan itu hakikatnya baru dilaksanakan pengaspalan lebih kurang 1 tahun yg waktu lalu. Dia menengarai, area lebih kurang Desa memang ada kenyataan tanah bekerja. Lebih di selama jalan yg sisi kanan kirinya tetap berwujud sawah.

” Memang di sini banyak peristiwa tanah contoh. Rumah-rumah ada yg mletek temboknya. Ini ya mungkin sebab itu, wong aspalnya pun baru di kerjakan lebih kurang satu tahunan. Saya kenal sendiri ini garapnya lapisannya banyak, ” ujarnya.

Faizin menyebutkan, banyak penduduk yg cukuplah dibikin sibuk atas situasi jalan retak itu. Lebih kala datang malam hari, jalanan itu minim penerangan hingga riskan berlangsung kecelakaan.

” Mungkin ini penduduk pengin nutupnya dahulu gunakan tanah supaya aman, kan ini telah mulai hujan pastinya jalanan licin, tambah bahaya. Harapannya sich supaya lekas langsung dibenahi saja dari pemerintah, ” katanya.

Sesaat kala dilakukan konfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum serta Tata Area (DPUtaru) kKbupaten Rembang, Sugiharto mengaku pihaknya bakal selekasnya mungkin melihat lebih dahulu area ditempat. Tetapi, diakui dia perlakuan butuh beberapa bagian lebih dahulu.

” Yg terutama kita cek lebih dahulu, kelak dapat muncul bagaimana perlakuan sementaranya dahulu. Jikalau mesti dilaksanakan pengaspalan kembali, tak sangat mungkin tahun ini lantaran ini udah akhir tahun serta anggarannya pastinya tak ada. Bila tetap dapat tunggu, tahun depannya sangat sangat mungkin untik dilaksanakan pembenahan, ” jelas Sugiharto kala dihubungi lewat telpon, Rabu (5/12/18) .