Warga Palestina Banyak Menjadi Korban Ulah Israel

Warga Palestina Banyak Menjadi Korban Ulah Israel – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ikut serta perang panas. Bukan hanya di perang di lapangan tapi di medsos. Keduanya bertarung bab Palestina sampai kemanusiaan.

Perang itu berjalan di Twitter dengan kata lain Twitwar. Penyebab pertengkaran diawali dari pernyataan Erdogan yang menuding Israel sebgai ‘negara teror’ serta ‘genosida’ selesai tentaranya membunuh beberapa puluh warga Palestina di perbatasan Gaza.

Israel merupakan negara yang menghadirkan teror. Israel merupakan suatu negara teror, ” kata Erdogan pada siswa Turki di London yang disiarkan tv pemerintah Turki seperti diberitakan AFP, Selasa (15//5/2018) .

Merespons pernyataan Erdogan, Netanyahu melalui akunnya @netanyahu, memanggil Erdogan merupakan salah satunya pendukung Hamas. Bahkan juga Netanyahu dengan keras mengemukakan seandainya Erdogan tdk jelas makna dari terorisme.

” Erdogan merupakan pendukung Hamas paling besar serta tiada kecurigaan seandainya dia tdk jelas bab terorisme serta pembantaian. Saya memberi saran supaya dia tdk mengajarkan moralitas pada kami, ” cuit Netanyahu, di lihat pada Kamis (17/5/20

Tdk berapakah lama selanjutnya, Erdogan membalas cuitan Netanyahu dengan panas. Dia menuding Netanyahu menjadi PM dari suatu negara Apartheid, suatu system yang memisahkan ras serta agama.

” Netanyahu merupakan perdana menteri dari negara Apartheid yang udah duduki tempat masyarakat yang tdk berdaya sepanjang lebih dari 60 th. serta tidak mematuhi resolusi PBB. Dia berlumuran darah orang Palestina di tangannya serta tdk dapat menutupi kejahatan dengan menyerang Turki, ” cuit Erdogan di akunnya @RT_Erdogan.

Pengingat buat Netanyahu. Hamas bukan organisasi teroris serta Palestina bukanlah teroris. Ini merupakan pergerakan perlawanan yang membela tanah air Palestina melawan kebolehan pendudukan. Dunia bersama-sama dalam solidaritas dengan rakyat Palestina, ” lanjut tweet Erdogan.

Diawalnya, Erdogan serta petinggi Turki yang lain udah memperingatkan pindahan Kedubes AS ke Yerusalem dapat menaikkan kemelut dengan Palestina. Akibatnya kerusuhan itu 52 warga Palestina tewas serta 2. 400 yang lain terluka.