Walkot Makassar Meliburkan Siswa dan Guru yang Sekolahnya Terendam Banjir

Walkot Makassar Meliburkan Siswa dan Guru yang Sekolahnya Terendam Banjir – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto sudah mengemukakan pada Kepala Dinas Pendidikan Makassar untuk meliburkan sesaat siswa serta guru yang sekolahnya terendam banjir.

“Kriterianya jelas, terendam air. Guru-guru serta siswa diliburkan sesaat sampai kondisi lebih baik serta cuaca normal kembali,” katanya, Jumat (25/1/2019).

Hal tersebut dikatakan di celah kunjungan di Posko pengungsian Blok 8 Perumnas Antang, Makassar, Kamis (24/1) sore.

Semenjak cuaca ekstem menempa beberapa waktu di beberapa lokasi Sulsel, efeknya beberapa sekolah terendam air termasuk juga di sekolah anaknya. Guru-guru banyak yang tidak ada sebab tinggal di daerah terdampak banjir Kabupaten Gowa, Sulsel.

“Anak saya ada sekolah di swasta, banyak guru-guru tidak hadir sebab tinggal di gowa, terbenam tempat tinggalnya. Mengapa saya kerjakan itu, sebab menahan, karena tempo hari saya cukup tegang mengenai bukaan air di Bendungan Bili-bili,” katanya.

Pria dipanggil akrab Danny Pomanto ini menyampaikan, jika sampai melalui ujung batasan maximum debet air di bendungan itu melewati 100 elevansi, sudah disediakan langkah antisipasi dengan mempersiapkan truk dan mobil pemadam untuk pengungsian. Tentang dengan sekolah, tentunya tidak ada yang mengurus siswa-siswinya jika berlangsung apa-apa, hingga langkah dikerjakan yaitu dengan kembalikan anak murid ke rumah semasing di orang tuanya.

“Agar orang tuanya mengurus anak-anaknya, kita tidak ingin mengambil kemungkinan. Masih kita mesti stand by sebab hujan belumlah surut untuk langkah antisipasi,” imbuhnya.

Berdasar pada data, sekolah terendam banjir di Makassar yaitu SMPN 19 di Jalan Tamangapa Raya III, beberapa sekolah basic di lokasi seputar Kecamatan Manggala, termasuk juga daerah terdampak di Kecamatan Biringkanaya. Buat siswa yang tempat tinggalnya terdampak banjir jadi tidak diwajibkan bersekolah sesaat waktu.

Awal mulanya, Kadis Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo mengemukakan sekolah yang terdampak musibah banjir serta longsor diliburkan sesaat. Dari laporan hasil pantauan dilapangan, banyak sarana sekolah tidak dapat dipakai sebab dalam keadaan banjir, seperti kelas, akses ke sekolah terputus, mobiler sekolah mengapung di air.

“Untuk menghadapi terjadinya suatu hal yang dapat merugikan anak didik kita. Sarana sekolah pasti lumpuh dengan keadaan semacam ini, jadi diliburkan. Buat sekolah yang tidak terserang musibah diinginkan masih beraktivitas seperti biasa,” tuturnya.

Bukan sekedar beberapa sekolah terendam air, dilaporkan beberapa sekolah SMK terserang akibat longsor di Kabupaten Jeneponto, yaitu SMKN 1 Jeneponto serta SMKN 6 Jeneponto. Untuk sekolah terendam banjir di Sulsel sejumlah 32 sekolah, semasing di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, serta Jeneponto.