Via Vallen Dan Nella Kharisma Penuhi Panggilan Penyidik Sebagai Saksi Kasus Kosmetik Palsu

Via Vallen Dan Nella Kharisma Penuhi Panggilan Penyidik Sebagai Saksi Kasus Kosmetik Palsu – Polda Jawa Timur menegaskan vokalis dangdut Lewat Vallen serta Nella Kharisma tak dapat datang penuhi panggilan penyidik pada minggu-minggu ini. Kedua-duanya di panggil menjadi saksi sehubungan masalah produk kosmetik palsu merk Derma Skin Care (DSC) Beauty di Kediri.

Perihal ini ditekankan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera selesai berkomunikasi dengan kuasa hukum ke-2 artis yg tengah naik daun itu.

“Telah ada komunikasi dari kuasa hukum VV (Lewat Vallen) serta NK (Nella Kharisma). Ada keinginan pengunduran skedul pemanggilan yg diungkapkan ke kita (penyidik),” kata Barung di Mapolda Jawa Timur, Kamis (13/12).

Menurut komunikasi pada pihak ke polisian dengan pihak Lewat serta Nella, sambungnya, mengajukan skedul lagi pemanggilan sebab kegiatan ke-2 artis itu yg gak dapat dibiarkan. “Mereka janji minggu depannya, pada tanggal 17 atau 18 Desember 2018, baru dapat datang,” kata Barung.

Awal mulanya, pihak Polda Jawa Timur menyebutkan dapat menyebut Nella Kharisma dalam hari Rabu (12/12) tempo hari serta untuk Lewat Vallen, Kamis ini hari sehubungan masalah produk kosmetik oplosan merk DSC Beauty.

Produk kosmetik yg diurus KIL asal Kediri ini, biarpun gak mempunyai izin edar dari BPOM serta Dinas Kesehatan, telah tersebar di sebagian kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan serta Makassar.

Omzet produk kecantikan yg diopolos dengan merk tenar seperti Mustika Ratu, Viva Lotion, Vasseline, serta merk tenar yang lain itu capai Rp 300 juta per bulan. Hingga lumrah bila KIL sanggup membayar banyak artis yg jadikan endorse itu pada Rp 7 juta sampai 15 juta rupiah per minggu.

Dari pendalaman polisi, kecuali Lewat serta Nella yg mengendorse DSC Beauty melalui account Instagram (IG) semasing, masih tetap ada sejumlah artis beda, adalah OR, MP, DK, serta seseorang DJ wanita berinisial B. “Beberapa dari artis sebagai endorse ini yaitu artis dangdut,” kata Dir Reskrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan waktu pengungkapan masalah.

Yusep menyampaikan, seakan-akan artis-artis itu memanfaatkan produk kecantikan punya terduga. “Walau sebenarnya tak. Peluang tidak jelas kalaupun produk terduga ilegal,” ujarnya