Trofi Piala Dunia Bukan Satu-satunya Penanda Sukses untuk Messi

Trofi Piala Dunia Bukan Satu-satunya Penanda Sukses untuk Messi – Trofi Piala Dunia bukan hanya satu pemberi tanda sukses seseorang pemain. Itu yang disebutkan legenda sepakbola Brasil, Zico, pada Lionel Messi.

Zico diketahui menjadi salah satunya pemain spesial Brasil pada zamannya. Dia adalah playmaker andalan Selecao pada masa 1976-1986.

Walau demikian, Zico tidak sempat rasakan trofi berprestise di level internasional. Prestasi terbaik bersama dengan tim nasional Brasil ialah finish rangking tiga Piala Dunia 1978 serta Copa America 1979.

Walau sebenarnya Zico begitu sukses di level club bersama dengan Flamengo sebab dapat mengusung 13 trofi waktu itu.

Apakah yang dihadapi Zico berlangsung ikut pada Messi sekarang ini. Selama karirnya, Messi telah rasakan semua trofi yang dapat diangkat pada level club. Keberhasilannya tidak disangsikan kembali bersama dengan Barcelona.

Bersama dengan Los Cules, Messi sudah mencapai 33 trofi, salah satunya ialah sembilan trofi Liga Spanyol serta empat Liga Champions.

Akan tetapi, La Pulga tidak berhasil keseluruhan bersama dengan Tim nasional Argentina. Messi cuma hampir juara Piala Dunia 2014, tetapi Team Tango berhenti di partai puncak sebab kalah 0-1 dari Jerman. Sedang pada Piala Dunia 2018, Messi dkk berhenti di 16 besar.

“Itu (tidak berhasil angkat trofi Piala Dunia) bukan suatu yang membuat Anda frustrasi. Beberapa orang jaman saat ini cuma pikirkan prestasi. Saya fikir dalam karir Anda, yang penting ialah pandangan hidup kerja,” katanya.

“Sepakbola ialah berolahraga kolektif serta seringkali tidak di pengaruhi perform Anda di lapangan. Semua bergantung berapa bagusnya team bermain. Terkadang Anda memastikan laga, tetapi Anda tidak dapat memastikan pertandingan.”

“Jadi, Messi tidak dapat dipandang tidak berhasil cuma sebab tidak memenangkan Piala Dunia,” katanya.

Zico juga memberikan contoh pemain hebat lainnya tidak hanya dianya yang tidak berhasil mencapai Piala Dunia, serta itu tidak meniadakan status mereka menjadi pemain hebat.

“Johan Cruyff tidak memenangkan Piala Dunia serta masih jadi salah satunya pemain paling hebat selama riwayat, akan tetap demikian. Beberapa pemain lainnya ikut sama,” tuturnya.

“Itu terlalu berlebih untuk saya. Bila Anda memandang sesosok pemain serta ia tidak menanyakan mengenai karir Anda, ia menanyakan; ‘Apakah Anda yang terunggul dalam dunia? Apa Anda terunggul pada ini serta itu?’ Semua dilandasi dari jadi yang terunggul. Sepakbola ialah permainan kolektif, bukan perorangan,” lebih ia.