Tawuran Nelayan di Bengkulu, Diduga Buntut dari 2 Kapal yang Terbakar di Pulau Baai

Tawuran Nelayan di Bengkulu, Diduga Buntut dari 2 Kapal yang Terbakar di Pulau Baai – Perseteruan antarnelayan di Kota Bengkulu pecah tadi siang di Pelabuhan Pulai Baai. Bersenjatakan alat tangkap ikan trawl, dua tim nelayan itu sama-sama serang.

Kasubdit Patroli Air Polda Bengkulu AKBP Hadi Joko Susilo menyebutkan kejadian ini disangka buntut dari dua kapal nelayan yang terbakar di Pulau Baai. Dua tim yang ikut serta tawuran ini nelayan Malabero serta nelayan Pulau Baai.

“Yang bakar kapal itu ialah nelayan yang disangka nelayan dari Pulau Baai,” kata Hadi di Bengkulu, Jumat (5/4/2019).

Sesudah dua unit kapal tradisionil itu terbakar, dengan spontan beberapa puluh nelayan dari Kelurahan Malabero memakai tiga kapal mendatangi beberapa nelayan di kompleks Pelabuhan Pulau Baai untuk balas dendam. Tindakan balasan ini membuat polisi langsung melepas beberapa tembakan ke hawa menjadi peringatan untuk meredam diri serta mundur.

Dengar nada tembakan dari polisi, tiga kapal nelayan tradisionil itu berputar-putar arah tinggalkan Pulau Baai. Tindakan ini juga menyebabkan kemarahan nelayan di Pulau Baai, yang langsung menaiki kapal serta menguber beberapa nelayan tradisionil dari Malabero.

Pantauan di kompleks Pelabuhan Pulau Baai, beberapa puluh polisi serta anggota TNI Angkatan Laut masih tetap berjaga mengamankan lokasi penting itu.

Sampai berita ini di turunkan, tindakan sama-sama kejar di dalam laut pada nelayan Malabero, yang sampai kini menentang pemakaian trawl, dengan nelayan Pulau Baai, yang didapati pada umumnya masih tetap memakai trawl, masih tetap berjalan.

Di lokasi perairan Pasar Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, perseteruan antarnelayan pula pecah karena pemakaian alat tangkap tidak ramah lingkungan trawl.