Tata Tertib Denda 1,5 Juta Bagi Pezina Menghebohkan Sosial Media

Tata Tertib Denda 1,5 Juta Bagi Pezina Menghebohkan Sosial Media – Ada narasi dibalik lahirnya tata-tertib (tatib) suatu RW di Kota Malang yang viral di sosial media. Di lingkungan RW itu sempat berlangsung pertikaian sepasang suami istri yang berakhir penganiayaan.

Tatib yang viral di sosial media itu ada di RW 02 Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Menurut Lurah Mulyorejo Syahrial Hamid, tatib itu lahir dalam musyawarah beberapa ketua RT di RW itu.

” Kabar penduduk, disana sempat berlangsung pertikaian pasangan suami istri hingga sampai berlangsung penganiayaan. Peristiwa itu nampak disaat ketua RT di lingkungan RW 02 bergabung mengkaji terbitnya peraturan tatib itu, ” papar Syahrial , Kamis (11/7/2019) .

” Ada trauma penduduk, agar peristiwa tak terulang kembali. Karena itu masukkan dalam tatib serta memberikannya sangsi denda. Sayangnya, memasukkan nominal uang yang dipastikan dalam tatib, ” tambah Syahrial.

Tata-tertib lingkungan RW 02 itu berisi tujuh point. Peraturan itu dikeluarkan pada 14 Juni 2019 dengan kesepakatan Ketua RT di lingkungan RW 02.

Dalam tatib itu, pelanggaran penganiayaan atau kekerasan di rumah tangga (KDRT) tertuang di point enam. Penduduk yang kerjakan KDRT harus membayar denda Rp 1 juta.

Tidak hanya itu ada banyak pin yang lain sebagai sorotan sampai viral di sosial media. Salah satunya masalah tamu yang menginap lebih dari 3 x 24 jam akan digunakan denda Rp 1 juta.

Lalu untuk penduduk yang tertangkap kerjakan perzinaan dijalankan denda Rp 1, 5 juta.

Tatib itu awal kalinya menghebohkan dunia maya sesudah satu diantara account mengunggahnya di group Facebook Komune Perduli Malang.

Ada 2. 887 netizen bereaksi dengan menulis opini di kotak kometar, 98 account berbagi tulisan itu serta 1. 859 account menggemarinya.

Lurah ditempat pastikan tatib itu belum dijalankan. Tidak hanya itu, faksi kelurahan pun minta isi tatib itu direvisi serta sesuai dengan aturan wilayah Kota Malang.