Syahri Menyebutkan Tidak Bersembunyi Saat Akan Di Tangkap KPK

Syahri Menyebutkan Tidak Bersembunyi Saat Akan Di Tangkap KPK – Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyono, mengakui menyerahkan diri ke KPK gagasan sendiri. Dia menyebutkan tidak bersembunyi waktu juga akan di tangkap KPK.

” Gagasan sendiri, jadi kita kesini tak ada lalu menghilang. Tapi bila lalu waktu terulur, kita bimbang itu lumrah. Karna ya memanglah belum juga sempat alami sesuai sama itu, ” kata Syahri selesai di check di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (10/6/2018).

Syahri menjelaskan tempatnya tengah dengan keluarga waktu KPK menetapkannya jadi tersangka. Diakuinya waktu itu tengah lakukan perjalanan jauh.

” Saya kan tempat kebetulan dengan keluarga, karna hari raya. Kebetulan hari raya untuk anak-anak. Di jalan itu lah kita ada berita tuturnya ada OTT. Jadi OTT itu kami ngga ada

Syahri menyerahkan diri ke KPK selesai hilang dari tempat tinggalnya. Waktu menghilang, Syahri sempat menebarkan video dianya yang merasa kasusnya terkait dengan Pilkada.

Penetapan status tersangka Syahri diumumkan berbarengan berkaitan operasi tangkap tangan KPK di Tulungagung dan Blitar. Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar juga jadi tersangka masalah suap.

Syahri disangka terima suap sejumlah 3 kali jadi fee project-proyek pembangunan infrastruktur penambahan jalan di Dinas PUPR Pemkab Tulungagung. Keseluruhan penerimaan Syahri sebesar Rp 2, 5 miliar.

Sedang Samanhudi disangka terima Rp 1, 5 miliar berkaitan ijon project pembangunan sekolah kelanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. Saut mengatakan fee itu disangka bagian dari 8 % sebagai bagian Samanhudi dari keseluruhan fee 10 % yang disetujui.