Sesudah Malang Densus Sergap Probolinggo

Sesudah Malang Densus Sergap Probolinggo – Sesudah Malang, penyisiran tim Densus 88 kepada jaringan teroris di Jawa Timur kembali pada Sidoarjo. Barusan malam, Rabu (16/5) , ada dua tempat penangkapan terduga teroris di Kota Udang.

Yg pertama dijalankan di Perum AURI, Jalan Avia No 193 Dusun Kwadengan RT 3 RW 1, Kelurahan Lemah Putro, Kecamatan Sidoarjo, lebih kurang waktu 19. 45 WIB.

Ada dua orang terduga teroris yg di tangkap selesai salat Tarawih itu. Menurut salah satunya warga, pernah terdengar nada tembakan selesai proses salat tarawih di Masjid Nurul Huda, kompleks Perumahan AURI. Warga juga mengemukakan dua orang yg di tangkap itu segera dimasukkan dalam mobil.

” Jangka waktu singkat, terdengar nada tembakan, selanjutnya (ada yg) dimasukkan ke mobil, ” kata warga yg segan dimaksud namanya itu.

Tidak berapa lama kemudian, polisi segera melarang warga mendekat ke tempat penangkapan.

” Pada waktu peristiwa penyergapan, warga dilarang mendekat, jadi tidak jelas persisnya. Setahu kami, ada anak kecil yg menangis mengemukakan bahwa om saya ditembak polisi, ” tuturnya.

Di lebih kurang tempat penangkapan juga diketemukan ceceran darah dari korban penembakan. Tapi polisi belum pula berikan info seterusnya perihal penangkapan ini.

Berselang lebih dari satu jam, pada Kamis (17/5) awal hari, penangkapan kembali dijalankan di Perumahan AL Blok G VII No 5 Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Terduga teroris yg di tangkap bernama Dicky Lesmana (49) yg mengontrak dirumah punya anggota TNI AL itu.

Menurut pembicaraan warga, Sugeng (55) , penangkapan terduga teroris dijalankan lebih kurang waktu 00. 15 WIB. Selagi itu di muka tempat tinggalnya ada tiga unit mobil Toyota Innova, tapi apa yg dibawa oleh petugas dari tempat tinggal itu tdk nampak oleh warga.

” Kami tidak jelas persis apa yg dibawa oleh petugas, dikarenakan urutan kami agak jauh, ” kata Sugeng.

Masih tetap kata Sugeng, Dicky tinggal di perumahan ini mulai sejak th. 2015. Dicky duduki tempat tinggal itu bersama-sama istri serta lima anaknya. Tapi mereka bergaul ke tetangga.

” Udah tiga th. tinggal di perumahan ini. Warga perumahan tdk mengerti kesibukannya keseharian, dikarenakan pengenalan ke tetangga, ” terang Sugeng.

Dalam penggerebekan dirumah itu, Densus 88 juga mengamankan beberapa tanda untuk bukti seperti dokumen jihad serta busur panah.

” Dicky dicek oleh Tim Densus 88 didalam tempat tinggalnya. Sesudah tuntas kontrol diamankan, selanjutnya dimasukkan ke mobil, ” kata salah satunya petugas dari Polresta Sidoarjo yg tak mau dimaksud namanya.

Nyaris berbarengan dengan yg di gelar di Sidoarjo, tim Densus 88 juga hingga ke Probolinggo buat mengamankan tiga orang terduga teroris. Penggeledahan pernah dijalankan di suatu tempat tinggal serta musala eksklusif di Perumahan Sumbertaman Indah, Kota Probolinggo.

Tempat pertama yg digeledah merupakan suatu tempat tinggal kontrakan di Perumahan Sumber Taman Indah, Blok BB 99, RT 04 RW 08, Kota Probolinggo. Dari penggeledahan tempat tinggal ini, Densus 88 mengamankan satu terduga teroris.

Seterusnya, Densus 88 membawa terduga teroris itu ke suatu tempat pengajian dekat musala di RT 05 RW 06 Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Musala itu didapati cuma difungsikan oleh golongan khusus, dengan kata lain eksklusif.

Dari penggerebekan tempat tempat pengajian itu, Densus 88 mengamankan dua orang terduga teroris.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengemukakan ke-3 tersangka itu berinisial F, F, serta H. Mereka dikira kuat ikut serta dalam jaringan teroris di Probolinggo.

Tanda untuk bukti yg diamankan salah satunya tiga senapan angin, busur panah, senjata tajam berwujud golok. Tapi tdk diketemukan bahan peledak.

” Dari tiga TKP dalam satu perumahan yg ada pada Probolinggo, tiga terduga udah diamankan beserta alat bukti berwujud senapan angin, parang golok serta busur panah dan alat telekomunikasi serta rakitan elektronik, ” papar Alfian.