Polisi Ungkap Pembunuhan Seorang Pria

Polisi Ungkap Pembunuhan Seorang Pria – Polisi sukses membuka motif pembunuhan Eko Prayudi, masyarakat Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jawa timur, yang dikerjakan anak kandungnya Hendra Nur Prasetyawan.

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant mengatakan masalah itu dilatarbelakangi masalah pembagian warisan. ‘’Terjadi selisih memahami dalam soal pembagian hasil penjualan mobil oleh korban yang dipandang aktor tidak adil, ’’ katanya

Karena berlainan saran itu, kedua-duanya ikut serta pertikaian. Si anak sudah sempat menggerakkan badan bapaknya sampai kepala sisi belakang terbentur dinding. Karena bentrokan itu, Eko terkapar di lantai dengan tempat miring.

Lihat bapaknya itu tidak sadarkan diri, Hendra cemas. Setelah itu, aktor ambil bantal yang ada ditempat tidur lalu menaruhnya diatas dada korban.

‘’Karena takut perbuatan itu di ketahui oleh orang yang lain, bantal itu lalu dipindah oleh aktor ke sisi muka korban, ’’ jelas kapolres.

Sesudah lakukan perbuatan itu aktor lalu pergi tinggalkan tempat peristiwa. Dia pergi lewat tangga samping timur. Kepergian Hendra itu sudah sempat di ketahui oleh pembantunya bernama Nuryati saat menjemur baju. Keadaan Eko baru di ketahui tidak bernyawa oleh Nuryati sesaat mendekati salat Asar.

Dalam masalah ini, kata Radiant, penyidik sempat juga lakukan kontrol keadaan kejiawaan aktor di RS Bhayangkara Polda Jawa timur. Akhirnya, pria 24 tahun itu dinyatakan normal alias tidak alami masalah kejiwaan. ‘’Tapi, aktor mempunyai emosi yang belumlah masak atau labil, ’’ katanya.

Ketidakstabilan emosi Hendra sudah sempat ditampilkan waktu salah seseorang bagian keluarga menjenguknya di Mapolres Ponorogo tempo hari. Aktor tampak emosi. Bahkan juga, sudah sempat berupaya memukul anggota keluarganya itu. Sebelum lalu terduga ditegur petugas jagalah.

Hendra juga tampak tenang waktu press release, Senin (3/9). Dia tidak terasa kikuk waktu disorot camera oleh mass media. Demikian sebaliknya, Hendra malah cengar cengir. Walau sebenarnya, karena tindakannya itu, dia terancam meringkuk lama dalam jeruji besi.

Hendra diduga tidak mematuhi masalah 338 juncto masalah 351 ayat 3 KUHP mengenai pendapat tindak pidana pembunuhan biasa dengan ancaman hukuman penjara optimal 15 tahun.