Pemuda Papua Di Antar Mobil Dinas Polisi

Pemuda Papua Di Antar Mobil Dinas Polisi – Saatkericuhan dengan warga di Jalan MT Haryono, Lowokwaru, Kota Malang, beberapa pemuda asal Papua pilih mendatangi Polres Malang Kota. Terkecuali minta perlindungan, pemuda sebagian besar berstatus mahasiswa ini mengadu momen yang dihadapi.

Dari pantauan, ada seputar 35 pemuda yang hadir. Mereka jalan kaki dari tempat kericuhan. Jumlahnya mereka selalu jadi tambah dengan kedatangan rekan-rekannya yang menyusul dengan mengendarai motor sampai, Senin (2/7/2018) awal hari.

Wartawan juga dilarang masuk sepanjang mahasiswa asal Papua ada di Mapolres Kota Malang. Seputar jam 01. 00 WIB, mahasiswa ini tampak meninggalkan Polres Malang Kota. Mereka diantar memakai kendaraan dinas polisi. Pengawalan ketat juga dikerjakan.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri membetulkan, bila beberapa pemuda itu umumnya berstatus mahasiswa. Mereka hadir punya niat mengadu atas momen yang berlangsung.

” Mereka kami bertanya rata-rata mahasiswa dari beragam perguruan tinggi di Kota Malang. Hadir kesini (Polres Malang Kota), untuk mengadu, ” ungkap kapolresta, Senin pagi.

Kapolresta mengakui, pihaknya dengarkan semuanya pengaduan yang dirasakan dari beberapa mahasiswa. Bahkan juga hasrat mereka untuk mengemukakan aspirasinya.

” Kami juga memfasilitasi, kelak siang, bakal di gelar pertemuan dengan warga, pemkot juga elemen lainnya. Seperti hasrat beberapa mahasiswa ini, ” katanya.

” Yang tadi malam kita antar ke tempat yang mereka kehendaki. Kami juga berikan tak satupun ada penyitaan atau penahanan. Kami coba semakin banyak dengarkan hasrat mereka, sekaligus juga menyelidiki perihal apa yang sesungguhnya berlangsung, ” sambungnya.

Kericuhan pada warga di Jalan MT Haryono, Lowokwaru, Kota Malang, pecah. Warga setempat ricuh dengan pemuda yang disangka datang dari Papua. Deni Prasetyo (32), seseorang warga yang tinggal berdekatan dengan rumah itu menyampaikan, saat sebelum momen berlangsung, pengurus RT serta RW hadir untuk bertanya saat kontrak rumah yang sudah habis.