Pasutri Di Samarinda Dibekuk Saat Hendak Edarkan Sabu

Pasutri Di Samarinda Dibekuk Saat Hendak Edarkan Sabu – Suami istri warga Melak Ilir, kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Normayunita dengan sebutan lain Nita (27) serta Zulkifli dengan sebutan lain Kifli (41) , di tangkap petugas BNN Kalimantan Timur, di Samarinda, sore barusan. Petugas merasa keduanya membawa 51, 28 gr sabu. Nita pernah menangis memohon ampun petugas.

Penangkapan dilaksanakan seputar daerah Jalan Bukit Alaya, Samarinda. Petugas BNN terlebih dahulu mengendus terdapatnya ide pengiriman sabu ke Kutai Barat di daerah Jalan Bukit Alaya.

Petugas lantas bergegas menyelidiki. Di daerah itu, kelihatan sejoli bergelagat mencurigakan, serta ambil satu barang yg tergeletak di tanah. Petugas bergegas hampiri keduanya.

Kuatir, Nita, maka kembali buang kembali barang yg dia ambillah, yg terakhir merupakan paket teh kotak. Tidak akan lama-lama, isi teh kotak itu lantas dibongkar petugas.

Diketemukan satu bungkus besar memuat sabu, yg terbungkus plastik pembungkus tisu. Nita lantas menangis sejadi-jadinya, memohon ampun sehabis dia ketahuan petugas menyimpan sabu.

Dikira kuat, sabu seberat 51, 28 gr itu, akan diedarkan di Kutai Barat, akan tetapi keburu terendus petugas BNN. Berbarengan barang untuk bukti, keduanya digelandang ke markas BNN Kal-tim di Jalan Rapak Indah, Samarinda.

” Iya benar, ada 2 orang diamankan di Alaya. Keduanya suami istri, ” kata Humas BNN Propinsi Kalimantan Timur Haryoto, dilakukan konfirmasi merdeka. com, Jumat (25/5) malam.

Tidak hanya sabu, petugas BNN juga mengambil barang untuk bukti 2 telpon selular, punya keduanya, yg didapati merupakan pasangan suami istri. ” Motornya juga kita amankan di kantor, ” kata Haryoto.

Keduanya waktu ini meringkuk di sel tahanan BNN Kal-tim. Ke dua terduga pengedar itu, masihlah menekuni pengecekan penyidik BNN. ” Yg terang penangkapan sore barusan ini, masihlah kita kembangkan ya, ” jelas Haryoto.

Penyidik menjerat keduanya dengan Undang-undang No 35 Th. 2009 perihal Narkotika. Petugas senantiasa memburu pensuplai sabu terhadap kepada keduanya, yg dikira menjadi pengedar sabu jaringan Kutai Barat.