Pandangan Direktur Eksekutif Instansi EmrusCorner Emrus Sihombing Masalah Presiden Tidak Butuh Cuti Kampanye

Pandangan Direktur Eksekutif Instansi EmrusCorner Emrus Sihombing Masalah Presiden Tidak Butuh Cuti Kampanye – Direktur Eksekutif Instansi EmrusCorner Emrus Sihombing memandang, ketetapan Mahkamah Konstitusi (MK) masalah presiden tidak butuh cuti kampanye waktu ikuti kontestasi Pemilihan presiden 2019 ialah ketetapan yang pas.

Hal tersebut, katanya, sebab Presiden Indonesia tidak hanya menjadi lambang negara memiliki tanggung jawab begitu strategis serta terpenting untuk bangsa serta negaranya.

“Ini ketetapan pas serta baik buat negara dan bangsa, siapa saja presidennya yang maju dua periode. Konstitusi kita memberi pekerjaan begitu mulia pada Presiden. Karenanya, status serta peranan Presiden itu selama waktu, saat 24 jam, dalam kurun waktu lima tahun,” tutur Emrus lewat info tercatat yang di terima Tirto, Rabu (14/3/2019).

Menurut dia, negara dapat memperhitungkan lakukan amandemen UUD 1945 supaya Presiden diharuskan tidak cuti saat lima tahun waktu jabatannya, terkecuali sebab masalah kesehatan yang begitu mengagumkan dengan referensi dari team dokter kepresidenan.

“Cuti sebab sakit, sebab tidak bisa berpikir jernih, ditambah lagi tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Itupun dalam kurun waktu terarah,” katanya.

Dia menjelaskan, menjadi presiden, tidak bisa ada satu detik juga momen terlewati demikian saja.

“Tengah tidur saja juga, jabatan Presiden menempel pada dianya. Itu penyebabnya, bila ada masalah terpenting ditambah lagi genting mengenai negara dan bangsa, ia mesti selalu terbangun dari tidurnya,” jelas Emrus.

Oleh karena itu, lanjut Emrus, ketetapan MK mengenai presiden memiliki hak melakukan kampanye tiada cuti, begitu konstitusional serta sekaligus juga untuk kelangsungan berbangsa serta bernegara di negeri ini.

“Fakta tak perlu cuti, dapat disaksikan dari pekerjaan serta tanggung jawab Presiden yang begitu mengagumkan serta strategis dalam UUD 1945,” tuturnya.

Dia memberikan, beberapa pekerjaan mulia yang membuat Presiden tak perlu ambil hak cuti, diantaranya, mengatakan perang, membuat perdamaian serta kesepakatan dengan negara lainnya.

“Presiden mengatakan kondisi bahaya yang sama dengan undang-undang, presiden pun menggenggam kekuasaan paling tinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut serta Angkatan Hawa,” ujarnya.