Orang Utan Di Berondong 130 Peluru

Orang Utan Di Berondong 130 Peluru – Aparat Polres Kutai Timur sukses menangkap pembunuh orang utan yang diberondong 130 peluru di Desa Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Lima orang disangka aktor pembunuhan di tangkap.

” Kita amankan lima orang yang disangka sudah lakukan tindak pidana melukai satwa yang dilindungi, ” kata Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan pada detikcom, Sabtu (17/2/2018) .

Ke-5 orang itu adalah Muis bin cebun (36) ; Andi Bin Hambali (37) ; anak dibawah usia umur 13 th. ; Rustan bin H. Nasir (37) ; serta H. Nasir bin Saka (54) . Tiga dari lima aktor adalah satu keluarga yaitu Nasir kakek, Andi menantu, serta Hendri cucu dari Nasir.

” Kelimanya di tangkap pada Kamis (15/2) sekitaran jam 15. 00 WITA di Desa Teluk Pandan, Kutai Timur, Kalimantan Timur, ” kata Teddy.

Teddy memberikan karna dibawah usia, seseorang anak tidak ditahan. ” Tidak ditahan tapi sistem lanjut.

Teddy menyebutkan motif orang utan itu ditembak karna dipandang menganggu tanaman kebun mereka. Tempat kebun tersebut ada di areal Taman Nasional Kutai Timur.

” Orang utan itu dipandang menganggu tanaman nanasnya, mereka berupaya mengusir tapi nyatanya mematikan. Memanglah tempatnya di Taman Nasional, tapi beberapa konsensi Taman Nasional banyak dipakai warga berkebun, ” tuturnya.

Disamping itu empat senapan angin punya aktor diambil alih untuk jadikan tanda bukti. Dari tangan aktor polisi juga temukan 48 projecttil peluru.

Atas tindakannya ke-5 aktor dijerat dengan pasal 21 ayat (2) huruf a jo psl 40 ayat (2) UU RI No. 5 Th. 1990 mengenai KSDAE Jo. Pasal 55 KUHP.

Terlebih dulu, orang utan itu diketemukan warga pada Minggu (4/2) sore di sekitaran lokasi Taman Nasional Kutai Timur. Tetapi sistem pengungsian baru dapat dikerjakan pada Senin (5/2) .

Waktu dievakuasi, orang utan itu masih tetap hidup. Karna keadaannya melemah, orang utan itu lalu dibawa ke RS Bontang. Orang utan itu lalu mati karna disangka alami infeksi.

Centre for Orangutan Protection (COP) menyebutkan, dari hasil autopsi pada Selasa (6/2) malam, di badan orang utan itu diketemukan 130 peluru. Peluru senapan angin itu bersarang di kepala (74 peluru) , tangan kanan (9 peluru) , tangan kiri (14 peluru) , kaki kanan (10 peluru) , kaki kiri (6 peluru) , serta dada (17 peluru) . Tidak cuma itu, diketemukan luka lebam di bagian paha, dada, serta tangannya.

” Tetapi tim autopsi cuma dapat keluarkan 48 peluru. Penyebabnya kematian sesaat diprediksikan ada infeksi karena luka yang lama maupun yang baru berlangsung. Seratus tiga puluh peluru yaitu paling banyak dalam histori perseteruan orang utan dengan manusia yang sempat berlangsung di Indonesia, ” kata Manajer Perlindungan Habitat COP Ramadhani.