KPK Mengambil Beberapa Barang Lux Dikira Bakal Jadikan Fee

KPK Mengambil Beberapa Barang Lux Dikira Bakal Jadikan Fee – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merencanakan pengecekan pada Bupati Talaud Sri Wahyumi serta Benhur Lalenoh jadi terduga suap pemasokan barang serta layanan berkenaan revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud, Jumat (24/5) .

” SWM (Sri Wahyumi) serta BNL (Benhur Lalenoh) bakal dikontrol jadi terduga, ” kata jubir KPK, Febri Diansyah lewat info tertulisnya.

Dalam perkara ini, KPK mengambil keputusan Sri, Benhur, serta Bernard Hanafi Kalalo jadi terduga suap pemasokan barang serta layanan berkenaan revitalisasi pasar.

Pada pengecekan awal mulanya, Sri mengaku terduga penyuap, Bernard berikan barang lux terhadap yg terkait atas basic puas.

” Ia puas dengan saya. Puas bukan sukai. Jadi bedakan puas dengan sukai, ” kata Sri.

Dalam OTT yg menjaring Sri, KPK mengambil beberapa barang lux dikira bakal jadikan fee buat memuluskan dua project revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Barang yg diambil itu merupakan tas tangan brand Kanal sejumlah Rp97. 360. 000 ; tas brand Balenciaga seharga Rp32. 995. 000 ; arloji brand Rolex seharga Rp224. 500. 000 ; anting berlian brand Adelle sejumlah Rp32. 075. 000 ; dan cincin berlian brand Adelle seharga Rp76. 925. 000.

Clausal yg disangkakan pada faksi yg dikira terima suap, SWM serta BNL, merupakan clausal 12 huruf a atau huruf b atau clausal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Clausal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sesaat, faksi pemberi suap BHK dijaring dengan clausal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau clausal 13 UU Pemberantasan Tipikor.