Klopp: Terlalu Banyak Tekel dari Burnley Buat Liverpool Kerepotan

Klopp: Terlalu Banyak Tekel dari Burnley Buat Liverpool Kerepotan – Liverpool memainkan peran comeback sebelum selanjutnya menundukkan Burnley. Juergen Klopp memberi pujian pada anak asuhannya yg bisa menangkal agresivitas Burnley.

Melawat ke Turf Moor, Kamis (6/12/2018) pagi hari WIB, team lapis ke dua Liverpool memperoleh ujian berat dari Burnley. Mengerjakan tujuh perubahan dari pertandingan derby kontra Everton, The Reds dibikin kelabakan dari sejak menit pertama.

Whoscored mencatat Burnley bikin 19 tekel selama 90 menit pertandingan dengan 13 salah satunya sukses menyudahi banyak pemain Liverpool. Mereka pun bikin 22 sapuan serta 14 intersep buat menyebabkan kerusakan permainan Liverpool.

Sehabis sama tiada gol di sesi pertama, Burnley unggul duluan melalui gol Jack Cork dalam menit ke-54 sebelum disamakan James Milner dalam menit ke-62. Pemain simpanan Roberto Firmino bikin Liverpool balik unggul 2-1 dalam menit ke-69 serta Xherdan Shaqiri memantapkan kemenangan timnya pada waktu injury time.

Liverpool menang 3-1 serta mengontrol jarak dengan Manchester City di puncak classement dengan perbedaan dua point. Walau begitu, Klopp mengaku kemenangan itu digapai dengan susah payah lantaran permainan keras Burnley yg menyusahkan.

” Mereka mau bermain agresif. Agresif merupakan sisi dari sepakbola. Anda mesti coba suatu hal serta Anda diperlukan seorang yg memperingatkan Anda buat berhati-hati, ” kata Klopp.

” Terdapat banyak insiden, tekel. Saya cuma dapat menyebutkan ‘wow, terlampau banyak’ – biasanya tekel-tekel lumrah. Namun mereka kadangkala udah menekel dari jarak enam atau tujuh yard, sekian kali terlalu berlebih. Ya, tekel mereka kelewatan, ” sambungnya.

” Kita semua mau menang, serta trik menggapainya berlainan. Kadangkala ada yang wajib memperingatkan Anda buat berhenti melaksanakannya, memikir dikit kembali serta bikin tekel lumrah. Jangan sampai menekel pemain dari jarak jauh, lantaran rumputnya basah, serta tekel itu bakalan terdapat resiko. “