Jaksa Agung HM Prasetyo Menyampaikan Paparan Kinerja Dalam Rapat Kerja Dengan Komisi III DPR Di Kompleks Parlemen Senayan

Jaksa Agung HM Prasetyo Menyampaikan Paparan Kinerja Dalam Rapat Kerja Dengan Komisi III DPR Di Kompleks Parlemen Senayan – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Muhammad Syafi’i Minta pada Jaksa Agung, M Prasetyo supaya dengan terbuka menuturkan berkaitan rumor mempromokan anaknya, Bayu Adhinugroho Arianto jadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat supaya tidak jadi pertanyaan penduduk.

Pengucapan Syafi’i itu menyikapi pengakuan anggota Komisi Kejaksaan (Komjak) Ferdinand T Andilolo yang mengakui tidak dapat memandang proses perputaran ataupun promo semua jaksa di lingkungan kejaksaan. Ferdinand beralasan, pihak kejaksaan tidak terbuka hingga proses perputaran dipandang tidak transparan.

“Mengapa promo itu [anak Jaksa Agung diangkat Kajari] dikerjakan tertutup? Jika dikerjakan dengan tertutup, memang jadi pertanyaan. Ada apakah? Mengapa dikerjakan dengan tertutup?” katanya pada reporter Tirto, Rabu (13/3/2019) malam.

Walau sebenarnya, kata Syafi’i, waktu banyak lembaga yang lain yang telah lakukan lelang jabatan untuk isi tempat spesifik di instansi pemerintahan. Hingga dengan lelang jabatan, memberi peluang pada calon yang lain untuk turut bersaing menjabat Kajari Jakbar.

“Mereka yang memang dengan terbuka memang penuhi kriteria, tidak mempunyai catatan-catatan negatif, serta mempunyai potensi yang oke untuk [bisa ikuti kompetisi] jabatan yang dilelang itu [Kajari Jakbar],” kata Syafi’i.

Akan tetapi, orang politik Partai Gerindra itu menjelaskan langkah Jaksa Agung untuk lakukan promo jabatan tertutup untuk isi tempat Kajari Jakbar ini tunjukkan arogansi dari Jaksa Agung untuk mempromokan anaknya, Bayu.

“Bermakna jika semacam itu, tengah ada nepotisme,” ujarnya.

Jaksa Agung menolak pengakuan Ferdinand T Andilolo masalah pelibatan Komjak dalam perputaran jaksa. Menurut Prasetyo, tidak ada ketetapan serta kewajiban untuk menyertakan pihak lainnya Kejaksaan dalam soal mutasi maupun promo.

“Jadi pun tidak benar jika ada pihak yang masih tetap mengatakan jika proses perputaran sekarang ini dipandang tidak terbuka serta tidak transparan,” kata Prasetyo.