Geledah Rumah Dinas dan Kantor Wali Kota Dumai, KPK Sita Sejumlah Dokumen

Geledah Rumah Dinas dan Kantor Wali Kota Dumai, KPK Sita Sejumlah Dokumen – KPK merazia rumah serta kantor Wali Kota Dumai, Zulkifli AS, di Dumai, Riau. Zulkifli bungkam berhubungan dengan usaha pencarian yg dilaksanakan KPK itu.

Jumat (26/4/2019) , team penyidik KPK masuk Kantor Sekretariat Wali Kota Dumai waktu 10. 30 WIB, dan pencarian di tempat tinggal dinas mulai sejak mulai pagi serta terjadi sampai waktu 14. 00 WIB.

Penyidik KPK ada ke rumah dinas wali kota memanfaatkan dua mobil minibus serta langsung masuk ke di dalam rumah. Saat proses pengecekan mereka memperoleh pengawalan anggota kepolisian bersenjata dari Polres Dumai.

Zulkifli yg ada di luar rumah tak berikan info apa pun. Orang politik Partai NasDem kelihatan buru-buru tinggalkan area.

Dan, Kepala Sisi Hukum Sekretariat Pemkot Dumai Dede Mirza, mengemukakan, team KPK merazia area kerja Zulkifli. Beberapa dokumen, dijelaskan ia, ikut diambil petugas.

” Saya diperintah asisten biar menemani serta saksikan aktivitas penyidik di area kerja wali kota, serta mereka ada berlima, beberapa kepala dinas di panggil pun oleh team KPK, ” kata Dede.

KPK belum berikan info apa pun berhubungan dengan pencarian ini. Akan tetapi kebanyakan KPK mengerjakan pencarian berhubungan dengan masalah yg udah diselesaikan di babak penyelidikan dan udah ada terduga yg diputuskan.

Zulkifli awal mulanya sempat di panggil KPK lebih kurang bulan Agustus 2018. Kala itu ia diminta info KPK di Jakarta berkenaan perkiraan perkara suap masukan dana perimbangan keuangan daerah RAPBN-P tahun budget 2018. Zulkifli mengakui gak tahu saluran duwit perkara perkiraan suap berkenaan masukan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018.

” Saya gak tahu, ” kata Zulkifli kala keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018) .

KPK pun udah mengambil keputusan empat terduga dalam perkara itu, ialah anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Eka Kamaluddin (penghubung) , Yaya Purnomo (eks petinggi Kemenkeu yg terserang OTT) , dan seseorang kontraktor Ahmad Ghiast.

Paling akhir dalam hari ini KPK memberitakan pemastian terduga pada Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman sebelumnya setelah tempat tinggalnya digeledah. Budi dikira berikan suap ke Yaya.