Bupati Kepulauan Sula Terdakwa Korupsi

Bupati Kepulauan Sula Terdakwa Korupsi – Cagub Maluku Utara (Malut) Ahmad Hidayat Mus penuhi panggilan KPK. Dia bakal di check jadi saksi berkenaan korupsi project fiktif waktu menjabat Bupati Kepulauan Sula.

Ahmad Mus terlihat ada di ruangan tunggulah KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018) seputar jam 09. 40 WIB. Kenakan baju putih, Ahmad Mus didampingi lelaki berkemeja batik merah. Dia lalu naik ke ruangan kontrol di lantai 2 jam 10. 20 WIB.

” Ahmad Hidayat Mus di panggil jadi saksi atas tersangka ZM (Zainal Mus), ” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pada wartawan.

Zainal Mus di ketahui adalah adik Ahmad Mus. Kedua-duanya terlilit masalah korupsi yang sama. Terkecuali mengecek Ahmad Mus jadi saksi, KPK juga mengagendakan mengecek Zainal Mus jadi tersangka. Zainal sendiri sudah lebih dahulu ada di KPK jam 09. 26 WIB.

” Sesaat ZM gagasannya di check jadi tersangka, ” tambah Febri. Sesungguhnya kedua-duanya sudah di panggil KPK pada Senin (25/6), namun tidak hadir. Ahmad Mus minta pemanggilan lagi lantaran konsentrasi mendekati pilkada.

Dalam perkara itu, Ahmad serta Zainal diputuskan jadi tersangka lantaran disangka lakukan korupsi dengan modus pengadaan project fiktif, yakni pembebasan tempat Bandara Bobong pada APBD Kabupaten Kepulauan Sula 2009. Waktu ini, Ahmad berstatus jadi Bupati Kabupaten Kepulauan Sula 2005-2010, sedang Zainal berstatus jadi Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sula 2009-2014.

Disangka biaya untuk project itu telah dicairkan, yang lalu dikorupsi kedua-duanya. Sangkaan kerugian negara berdasar pada perhitungan serta koordinasi dengan BPK sebesar Rp 3, 4 miliar sesuai sama jumlahnya pencairan SP2D kas daerah.

Sejumlah Rp 1, 5 miliar disangka ditransfer pada Zainal Mus jadi pemegang surat kuasa terima pembayaran pelepasan tanah serta sejumlah Rp 850 juta di terima oleh Ahmad lewat pihak lainnya untuk menyamarkan. Sedang bekasnya mengalir ke pihak lainnya.

Berkenaan Pilkada Serentak 2018, Cagub Malut Ahmad Mus-Rivai Umar unggul tidak tebal berdasar pada kalkulasi cepat KPU. Hasil kalkulasi cepat KPU di lokasi Malut sampai Jumat (29/6), jam 18. 30 WIB dengan data masuk 99, 49% mencatatkan 176. 019 nada (31, 94%) untuk pasangan itu, sesaat menyusul di bawahnya Burhan Abdurahman-Ishak Jamaluddin 143. 151 nada (25, 97%), Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali : 167. 453 nada (30, 38%), serta Muhammad Kasuba-A Madjid : 64. 498 nada (11, 70%).