Billy Sindoro Dan Dua Tersangka Kasus Proyek Meikarta Segera Di Sidang

Billy Sindoro Dan Dua Tersangka Kasus Proyek Meikarta Segera Di SidangĀ  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas masalah tiga terduga masalah pendapat suap proses perizinan pembangunan project Meikarta info bagian penuntutan. Tiga terduga itu salah satunya, Direktur Operasional Lippo Grup Billy Sindoro, Konsultan Perizinan project Meikarta Henry Jasmen, Taryudi bertindak sebagai pihak swasta.

“Penyelidikan buat 3 terduga yg disangka menjadi pemberi suap dalam masalah ini udah usai. Ini hari Penyidik melimpahkan barang untuk bukti serta 3 terduga ke penuntutan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kala dilakukan konfirmasi, Kamis (13/12).

Febri mengemukakan Billy Sindoro serta dua terduga yang lain dapat disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung. Beberapa saksi udah dicheck buat menuntaskan berkas penyidikkan tiga terduga, salah satunya Eks Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Bupati Bekasi, petinggi di Pemkab Bekasi, sampai petinggi serta pegawai Lippo Grup.

Awal mulanya, KPK mengambil keputusan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin menjadi terduga masalah pendapat suap berkenaan izin project pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Kecuali Bupati Neneng, KPK menangkap delapan orang yang lain dalam masalah ini. Mereka ialah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi; Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar; Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; serta Kepala Sektor Tata Ruangan Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi.

Lalu, pihak swasta bernama Billy Sindoro yang disebut Direktur Operasional Lippo Grup, Taryudi serta Fitra Djajaja Purnama bertindak sebagai konsultan Lippo Grup, dan Henry Jasmen pegawai Lippo Grup.

Bupati Neneng disangka terima hadiah atau janji Rp 13 miliar berkenaan project itu. Disangka, realiasasi pemberian hingga sampai waktu ini ialah lebih kurang Rp 7 miliar lewat beberapa Kepala Dinas.