992 Ekstasi Bentuk Parcel Hati Diselundupkan ke Bali via Travel, 3 Orang Diamankan

992 Ekstasi Bentuk Parcel Hati Diselundupkan ke Bali via Travel, 3 Orang Diamankan – BNN Propinsi Bali membuka penyelundupan 992 ekstasi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Paket ekstasi ini diselundupkan berbentuk parcel seserahan.

” Jalan Jawa, Surabaya, pelakunya Komang Sudarma. Jadi mereka ini kita kenali mereka pengiriman dari Surabaya melalui satu kendaraan travel, ” kata Kepala BNNP Bali Brigjen Putu Gede Suastawa di kantornya, Jl Kamboja, Denpasar, Bali, Minggu (5/5/2019) .

Suastawa mendapatkan info itu petugas yg lakukan pengamatan dari Pelabuhan Ketapang lalu turut ke travel itu dengan berpura-pura jadi penumpang. Kala datang di Denpasar, Sabtu (4/5) didapati penerima barang bernama Komang.

” Jadi di terima langsung oleh si Komang ini banyak 992 butir ekstasi, serta 300, 27 gr sabu. Maksud mereka pengiriman ini tetep di Bali, ” jelas Suastawa.

Dari pemeriksaan beberapa ratus ekstasi serta sabu itu disembunyikan dalam parcel bersifat hati, serupa seperti kotak seserahan. Suastawa menyebutkan ini adalah alibi yg biasa dimanfaatkan beberapa penyelundup narkotika.

Pada petugas, Komang akui telah mengedarkan barang haram itu sekitar 3x. Mujur pada pengiriman ke-tiga ini petugas sukses menggagalkannya.

” Belum disebarkan, dalam rentang setahun 3 kali. Peranan kurir tetapi ia pemakai berat. Perlu dikira ia jadi pengedar pada tingkat menengah, ” kata Suastawa.

Gak cuma itu, pemeriksaan pun dilanjut dalam rumah terduga di Jl Jayagiri XI No 2, Denpasar. Dalam rumah sopir freelance itu pun diambil dua telephone seluler serta buku tabungan BCA.

Suastawa gak menerangkan detil saat diberikan pertanyaan apa Komang adalah anggota jaringan Lapas Madiun. Tapi, pihaknya terus bakalan meningkatkan perkara ini sampai ke jaringan lapas.

” Cuma penyalur, belum kita bangun sejauh itu, tetapi jaringan ini jaringan Jawa-Bali. Ada tanda-tanda kesana (LP Madiun) , cuman saya mesti kroscek kesana, ” tangkisnya.

Tidak hanya menyelamatkan Komang, BNNP pun tangkap dua kurir narkotika bernama Iwan Boris Marbun serta David Purba. Dari Iwan serta David ditangkap ganja seberat 427 gr bruto, serta dua telephone seluler.

Atas kelakuannya Iwan serta David dijaring dengan kasus 114 (1) atau Kasus 111 (1) UU No 35/2009 terkait narkotika. Sesaat Komang dijaring dengan kasus 114 (2) serta Kasus 112 (2) UU No 35/2009 terkait Narkotika.